Dia, adalah maya. #1

26 September 2009,
Siang itu pukul 12.03, seperti layaknya murid SMA yang lain aku berangkat menuju sekolah. yaa, sekolahku waktu itu masih masuk siang dikarenakan ruang kelas yang masih harus bergantian karena untuk pagi masih dipakai SMP. 

sebenarnya saat itu aku terus mencari-cari sebenarnya apa gunanya sih bersekolah, aku tak benar-benar punya alasan yang meyakinkanku bahwa sekolah itu penting, ya kecuali untuk menemui teman-temanku disekolah. sekolah itu tempat mencari ijasah, bukan mencari ilmu. sistem disekolah itu hanya berfokus pada angka bukan pada pemahaman. setidaknya itulah yang mendasari pemikiranku waktu itu.
mungkin itu pengaruh dari beberapa bahan bacaan dan beberapa orang yang aku kagumi pemikirannya, dan yang sangat terpatri dalam pikiranku waktu itu adalah ucapan seseorang pengusaha nyeleneh, bob sadino.
aku sangat ingat sekali perkataannya waktu itu disalah satu stasiun tv swasta. "kalau kau ingin suskses, berhenti sekolah sekarang juga." - yah, itu memang ucapan yang aneh, tapi cukup mempengaruhi pandanganku untuk bersekolah.
kau harus tau, aku adalah termasuk orang yang tidak percaya bahwa kita dapat menjadi diri sendiri, yang aku percayai kita adalah bahwa karakter yang kita miliki adalah hasil representasi kita dari apa yang kita lihat dan rasakan.

itulah salah satu alasan kenapa aku sangat-sangat bandel waktu SMP, dan pemikiran itu pun masih kubawa sampai menginjak kelas 1 SMA. aku bahkan mendapatkan prestasi sebagai murid baru terbandel saat MOS hahaha. (mos adalah masa orientasi siswa, entah saat ini masih ada atau tidak).
ini kenapa jadi ngelantur wkwkwk..

oke, sedikit flashback ke masa-masa SMPku.
yah, kalau pun saat itu aku masih mau bersekolah, tak lain hanyalah ingin menyenangkan hati kedua orang tuaku, meskipun itu sedikit gagal karena aku terlalu banyak berulah di sekolah, hehehe.
setiap malam kuhabiskan untuk pergi bersama teman-temanku menghabiskan malam untuk nongkrong di Warung Mak Jepe (tak bisa kusebutkan tempatnya karena ini termasuk area sensitif di daerahku). dari tempat inilah aku mulai belajar merokok, ikut tawuran, dll. dalam persepsi kami waktu itu jago berantem adalah hal yang keren, dan saat kau sering ikut tawuran, maka kau akan semakin dihargai oleh teman-teman sekelilingmu.

kehidupanku benar-benar hancur waktu itu, hampir tiap malam aku habiskan dengan berantem, balapan, dan hal-hal yang meresikokan kehidupanku. oke mari kembali ke jalan yang benar hehehe

Bell berbunyi tanda masuk kamar, eh kelas maksudnya hehehe
aku berjalan bersama temanku si kura-kura menuju kelas,
"hey" sapa seorang wanita kepada temanku.
kelak wanita inilah yang kukenal sebagai maya.
(saat itu aku sangat heran kepada temanku ini, sebut saja dia kura-kura. dia sangat pandai sekali bergaul dengan perempuan, ya sangat pandai. hampir disetiap kelas, dia punya teman perempuan.)
kura-kura termasuk siswa yang teladan, rajin, dan penurut. saat MOS dia mendapatkan penghargaan murid teladan, sedang aku murid terbandel. hahaha
"may, sampean dikelas mana?" - tanya kura-kura.
(sampean adalah kata ganti kamu dalam bahasa jawa untuk konteks yang lebih sopan, setelah ini mungkin kuganti saja sampean dengan kata "kamu" agar tidak terkesan kaku)
"aku dikelas B, kamu dikelas mana?" - tanya maya.
"sama, aku juga dikelas B. ayok masuk." - seru temanku.

"Dyah Ayu Maya".. ucap salah satu guruku membacakan absen.. "pantes.. namanya cantik sama seperti orangnya" gumamku..
memang boleh kuakui, secara fisik maya adalah gadis yang punya fisik manis sekaligus cantik. tak heran banyak kakak kelas serta teman-teman seangkatanku naksir dia.
boro-boro orang sepertiku yang dengan wajah pas-pasan bisa dekat apalagi memilikinya, bisa kenal aja udah syukur dah hahaha..

Hari-hari berlalu, rasa kagumku bertambah.. aku sendiri sebenarnya juga bingung waktu itu aku masih kagum apa memang sudah mulai menyukainya..


(masih males nerusin wkwk)

Komentar