Nasi Gorengmu... Cemplang. #12

Sore itu 23 september 2016. Setelah pulang dari kampus, aku putuskan untuk ke surabaya. aku ada janji dengan maya untuk mencicipi nasi goreng buatan dia. Ku pacu besi tua GL 100-ku ditemani rintik hujan sambil kupasang headset mendengarkan lagu-lagu klasik. yah.. sedikit informasi aku adalah anak 90an yang suka sekali dengan musik-musik lawas macam the beatles, billy joel, gombloh dan sebagainya.. bagiku lagu-lagu mereka itu selalu ada dalam satu frekuensi gendang telingaku dan benar2 punya magis untuk sejenak melupakan kerakusan dunia.
aku berhenti sejenak di kaki jalan wilangun karena hujan semakin deras, telponku berdering dan itu sms dari maya. " udah sampai mana?" dia tanya.
"ini masih dijalan, gerimis". kataku.
"oh yaudah, nanti kalo udah deket pyn kabari ya? aku mau beli bumbu-bumbu" katanya.
(sedikit informasi pyn itu sampeyan, dalam bahasa jawa digukan untuk kata ganti kamu dalam konteks yang lebih sopan).
"iya nduk" ku balas.

hujan malah semakin deras, disertai angin kencang dan petir yang sesekali menyambar. tetap kulaju motorku yang bahkan air dijalan sudah merendam separuh ban sepedaku. disepanjang jalan margomulyo banyak motor dipinggirkan karena mogok. bukan apa-apa, aku hanya sedikit cemas karena motorku yang sudah tua tapi tetap kupaksa jalan, kalau kau seorang penghoby motor tua, kau pasti paham maksudku hehehe.
aku tak melebih-lebihkan tapi memang seperti itulah waktu itu,  kalo boleh jujur aku bahkan tak berhenti komat kamit baca doa sebisaku hahaha..

sebenarnya sangat bisa aku membatalkan rencanaku, tapi pada titik ini aku sangat setuju sekali dengan Pidi Baiq, bahwa "rindu itu berat", hehehe

akhirnya hujan mulai mereda disepanjang jalan banyuurip. setelah sampai di daerah jl ahmad yani kukabari dia melalui pesan suara bahwa aku sudah mau sampai.
"aku udah di depan royal." - kataku
"heeh?, kok cepet? baru goreng ini hehehe".
"iya gpp, aku juga mau sholat maghrib dulu".
(aku tak ingin melabeli diriku bahwa aku orang yang alim, terlebih hanya ingin menjaga orisinalitas percakapan kami waktu itu).
"eh, aku pinjem handuknya dong, tadi keujanan" - kataku.
"heeh, kehujanan?" - dia nanya.
(waktu itu disepanjang jalan ahmad yani memang hanya gerimis saja).
"iyaa, abis ini aku samperin ke kost ya?" - kataku.
"iyaa" jawabnya.
"kamu yang handukin." -kujawab.
"ihh nackal hahaha".

hampir 15 menitan muter-muter karena gak tau tempat kostnya yang baru (ini pertemuan kami setelah 2 tahun).

tiba di kost-an maya,
aku sangat ingat sekali wajahnya malam itu, 2 tahun itu waktu yang sangat lama bagi seorang perindu.
"hey" - dia menyapaku.
(andai kau tau susahnya berakting kalem disaat hatimu sangat antusias)
"mana handuknya.?" - kutanya.
"aku sholat dulu"
"iya".
sesekali aku mencuri tatap wajahnya dibawah silauan lampu-lampu kompleks. senyumnya masih sama, suaranya masih sama.
kau tau? ketika kau benar-benar mencintai seseorang, maka yang kau lihat hanyalah sisi baiknya saja.. dan aku mengiyakan pernyataan ini.

waktu pukul 18.45, aku kembali ke kost-an untuk menjemputnya.
"handuknya biar tak cuci dulu." - kataku.
"enggak usah dicuci". dia jawab.
"enggak papa." kujawab.
"udah makan?"- tanya maya.
"belum, kan nunggu kamu masakin hehe".
"iyaa.. ini udaah aku masakin hehe." dia senyum sambil nenteng rantang makanan.
"mau kemana?" - kutanya.
"kamu maunya kemana?" - jawabnya.
"yang kamu suka aja".
"iyaa hehe".
"yaudah naik" -jawabku.

aku bertaruh, siapapun yang jadi aku bakal meminta agar waktu dapat dihentikan waktu itu juga. dan kau harus setuju dengan pendapatku ini.
kami menyusuri sepanjang jalan wonocolo disertai taburan gerimis yang seakan-akan aku sedang berada dalam adegan-adegan film yang pernah kutonton.
diatas motor tak banyak kata terucap, aku juga masih sedikit canggung, dan menurutku itu normal.

akhirnya kami sampai di salah satu cafe dekat kampusnya maya, maaf tak bisa kusebutkan karena beberapa pertimbangan.
kami masuk dan langsung menuju lantai 2 karena disana suasananya nyaman, setidaknya pas untuk bertatap mata dan menyembuhkan rindu..
dia mengeluarkan 2 ranting makanan. satunya berisi nasi goreng satunya lagi berisi agar-agar nutrijel rasa coklat.

"suapin." pintaku.
(yah mungkin kalian taulah bagaimana noraknya kita kalau sedang jatuh cinta hehe)
"iihh manjaaa" - jawabnya.
dia senyum, aku senyum..

beberapa menit kemudian minuman kami datang, maya memesan makanan sendiri karena dia ingin masakannya hanya diperuntukkan untukku. dia suruh aku nyicipin.
"enakan mana sama masakanku?" - maya nanya.
"enakan inilah (masakan resto) hahaha" - kujawab.
"iihhhhhh". dia menyembunyikan wajahnya diantara lipatan tangannya.
entah kenapa aku selalu suka membuatnya kesal dan cemberut, suka aja sama raut wajahnya yang sperti itu hehehe.

"abisin yaa"- pintanya.
"iyaa". kataku.

kau tau, sebenarnya kalo boleh jujur itu nasi porsinya banyak banget. sepertinya ia memaksakan nasi gorengnya masuk kedalam rantang.
rasanya udah kaya nano-nano, yang bagian atas pedes, yang bawah asin.
kalo kata orang jawa namaya cemplang hahaha.
"enak?". dia nanya.
"enggak hahaha" jawabku.
"iihhhh"
"iya, enak kok. makasih yaa udah repot-repot masakin."
"enggak repot."

setelah makan, kita ngobrol masalah kuliah dan obrolan ringan lain.

"heyy.." - kataku.
"ada apa?" - tanyanya.
"maya"
"iya ada apa?"
"aku.. rindu." - kataku.

serius, ini terucap begitu saja.

dia hanya diam. wajahnya merah, matanya berkaca-kaca nan sepertinya sedikit menahan tangis. yang kemudian menyandarkannnya pada kedua lengannya dimeja cafe. *suasana hening beberapa saat*
"kamu kenapa?" - kutanya.
"enggak apa-apa" - jawabnya dengan suara lirih.
(maya termasuk tipe wanita yang sangat sensitif terhadap sesuatu, setidaknya itu yang kutau)

waktu menunjukkan pukul 9 malam yang artinya aku harus siap-balik ke gresik karena jarak tempuh dan jalanannya yang sepi. (waktu itu lagi marak isu begal, enggak tau ini beneran apa hoax).
aku selalu suka mendengarnya bercerita, sembari kugenggam dan kumainkan jari-jemarinya.
entahlah, setiap aku menggenggam tangan itu, aku seperti punya harapan untuk hidup dihari-hari berikutnya.
dan aku juga mengagumi senyumnya. untuk ini seharusnya kau tak perlu bertanya kenapa alasannya.

"udah malam, aku pulang yaa" - kataku.
"hmmm disini aja masih ujan."
(waktu itu masih gerimis memang)
"iya gak papa"
"ihh jangan" - jawabnya dengan nada yang sedikit kesal.
"kampus kamu kalo malem buka nggak?" - kutanya.
"eggg, mau ngapain?"
"aku tidur disana aja kalo gitu"
"jangaaannn.. dingin"
"gak apa-apa"
"jangaaaaaannnn!!! aku ikut"
aku selalu suka kalau dia lagi kesal hehe
"yaudah, ayo kita pulang" - seruku.
"pulang? aku? hmmm aku belum siap-siap, kenapa gak bilang daritadi. lagian ini udah malem."

sedikit informasi bahwa kostnya dia kost khusus perempuan jadi laki-laki tidak diperbolehkan menginap.
sedangkan kostku juga tidak diperbolehkan membawa perempuan.
"nanti kamu tidur dikost-an temenku aja, mau?"
aku mencoba menawari dia untuk tidur dikost temen cewekku.
"ihhh kan gak kenal" - jawabnya parau.
"bawa aku ke hotel aja, *eh" - tambahnya sambil mukanya yang memerah.
"hahaha, ngapain. mau latihan bikin anak? hahaha" - jawabku bercanda.
"ihhhh" dia menutup mukanya.
dalam persepsi pribadiku, aku percaya bahwa seorang laki-laki, sebrengsek apapun dia gak bakal ngerusak wanita yang disayanginya. setidaknya itu yang dapat kuambil dari teman-teman jalananku.
"yawes kamu disini aja, besok-besok aku kesini lagi." akhirnya dengan segala macam pertimbangan aku gak jadi mengajaknya pulang bareng.
"iyaa" suaranya dengan nada sedikit kecewa.

setelah itu kuantar dia balik ke kost-an,
"aku pulang yaa."
"iyaa.. hati-hati."

kusela motorku untuk segera balik ke kosta-an.
"zhar" maya memanggilku lirih. aku masih belum menjawab.
"aku.. juga rindu.."
aku tak menjawab, hanya senyum.

aku sebenarnya tak langsung pulang, aku mampir ngopi dulu waktu itu disekitaran jalan banyuurip aku lupa dijalan mana.

"jedung jedung".. nada bbm dari ponselku.
"hati-hati yaa, kalau sudah sampai kost bilang" - itu isi pesan dari maya yang kuterima lewat bbm.

"iyaa.."
"maaf, nggak bisa membawamu ke tempat-tempat mewah,
yang menjual tata ruang megah, yang porsinya setengah dan ketika mau bayar bikin gelisah,
maaf aku susah berteori dan kurang bermateri.
selamat tidur dan semoga bahagia.
Gudnit."

":)" balasnya hehehe.

dalam perspektif yang aku yakini. kita tidak benar-benar mencintai seseorang, jika yang kita inginkan hanyalah ingin memilikinya. karena terkadang, saat kita terlalu ingin memiliki, kita lupa untuk jadi yang menyenangkan. karena dalam persepsiku, cinta itu selalu tentang 'upaya membahagiakan', bukan tentang 'upaya memiliki'. semakin kau ingin memiliki, semakin kau perhitungan.
dan saat kau sudah melakukan perhitungan, itu bukan lagi cinta.
ini asusmi pribadiku, kau tak setuju? silahkan ahahaha..

--- Bersambung---

Komentar

  1. Ceritanya menarik, ringan dan tak bikij bosan, sanggat sesuai dengan realita yg terjadi di kalangan remaja yang kasmaran. hanya saja ada sedikit bahasa yg menurutku perlu diperhalus atau diganti, agar tak membingungkan pembaca. terimakasih

    BalasHapus
  2. Jujur aja baca percakapannya aku jadi inget sinetron yang di RCTI gatau namanya, pokoknya yg cewek suka bilang "iiiihh" ��
    Anyway, alurnya udah cukup jelas, cuma kurang greget dikit jadi gak dapat klimaksnya.
    And the last paragraph okee banget.
    Cant wait for your next effort, hwaitiiing! ����

    BalasHapus
  3. Ceritanya menarik, ringan dan tak bikij bosan, sanggat sesuai dengan realita yg terjadi di kalangan remaja yang kasmaran. hanya saja ada sedikit bahasa yg menurutku perlu diperhalus atau diganti, agar tak membingungkan pembaca. terimakasih

    BalasHapus
  4. Dengan bahasa yang ringan cerita ini sangat gampang di pahami dan menarik juga kalau pembacanya suka dengan cerita cinta cinta tapi kalau menurut saya pribadi alangkah baiknya di kasih output yang jelas seperti di dalam cerita di kasih motifasi2 tentang kehidupan atau tentang percintaan makasih .

    BalasHapus
  5. Dengan bahasa yang ringan cerita ini sangat gampang di pahami dan menarik juga kalau pembacanya suka dengan cerita cinta cinta tapi kalau menurut saya pribadi alangkah baiknya di kasih output yang jelas seperti di dalam cerita di kasih motifasi2 tentang kehidupan atau tentang percintaan makasih .

    BalasHapus

Posting Komentar